Quotes

"Create Success Generation"

Kamis, 31 Maret 2016

The Missing Tile Syndrom (By: M. Ridwan)

       Itu adalah Sindrome Ubin Hilang. Orang yang mencetuskannya adalah Denis Prager. Wong Barat.
       Penjelasannya begini. Katakanlah kita sedang membangun rumah. Lalu, setelah sekian bulan, menurut tukang, rumah tersebut sudah layak dihuni. Dari tampilan luarnya, rumah itu sangat indah dan megah. Cantik dan asri . Bahkan, ketika memasukinya, tidak ada yang mengecewakan kecuali satu hal saja. Apa itu?
       Ternyata ada satu ubin atau keramik lantai yang belum terpasang. Ya, cuma satu ubin saja. Pertanyaannya, apakah kehilangan satu ubin itu membuat kita tetap tenang dan tidak mengurangi apresiasi kita terhadap rumah megah tadi?
       Nah, jika kita lantas kecewa, atau marah terhadap ubin yang hilang tadi, maka kita terkena The Missing Tile Syndrome. Apalagi, jika kita sampai stress dan sangat tertekan dengan si ubin hilang, maka dipastikan kita terkena sindrome berat.
       Memang, dalam kenyataannya peristiwa ubin hilang tadi jarang terjadi. Soalnya, pastilah si tukang tidak akan berani memamerkan rumah tanpa menyempurnakannya. Kredibiltasnya bisa jatuh, bukan?
Sindrome ini untuk menggambarkan bahwa manusia itu cendrung  melihat apa yang tidak dimilikinya.  Bukan apa yang sudah ia punya. Atau, manusia itu suka sekali melihat sebuah kekurangan ketimbang sebuah hasil yang nyata-nyata dan sangat jelas di depan mata.
       Lalu, salahkah sikap perfeksionis atau menuntut kesempurnaan? Tentu tidak salah, jika terkait dengan sebuah mekanisme kerja yang bisa diukur.
Katakanlah, kita bisa mencapai hasil yang sempurna jika sebuah SOP diikuti. Lalu, kita tidak melakukannya. Lantas, kita mengatakan "Wah, tidak apa-apa tuh, kita punya rencana, tapi Tuhan yang menentukan". Atau, kita berkeluh kesah dengan sebuah keadaan yang amburadul, padahal sebabnya karena kita memang enggan mendesain rencana yang matang.
Saya kira tidak begitu.
       Tetap saja ada kapling ikhtiar manusia yang bisa dilakukan. Misalnya lagi, kita tentu tidak bisa berpura-pura nyaman dan malas bekerja di negeri ini padahal narkoba dan kesenjangan ekonomi begitu kentara.  Misalnya...
       Dalam beberapa pekerjaan, manusia bisa membuat suatu produk yang sempurna -dan harus sempurna-. Misalnya produksi kapal terbang atau pesawat ruang angkasa. Jangan ada satupun ubin yang hilang.
       Anda tentu masih ingat peristiwa meledaknya pesawat Challenger di tahun 80-an lalu, bukan?. Katanya, ada satu lapisan panel luar di dinding pesawat yang longgar dan lepas. Ternyata, hilangnya, satu panel menyebabkan kehilangan besar. Beberapa nyawa astronot melayang dan jutaan dollar lenyap seketika. Gara-gara satu ubin itu.
        Tapi ini beda.
       Ubin yang saya maksud terkait pencapaian dalam bentuk materi atau cara pandang kita melihat orang.
Misal, kita panik ketika uang yang dimiliki hilang beberapa ratus ribu rupiah, padahal kita memiliki deposito dan aset yang melimpah. Kita tetap saja stress meskipun ada bonus dan tunjangan yang kita peroleh.
Atau, kita kecewa dengan tampilan fisik yang dimiliki. Entah karena kurang cantik, kurang tinggi, kurang kurus, dll. Padahal masih banyak orang lain yang tidak memiliki anggota tubuh yang lengkap seperti kita.
Far Estern Economic Review tahun 2002 menyatakan bahwa ternyata masyarakat Asia ke-2 yang banyak mengalami gangguan jiwa adalah Indonesia. Penyebabnya adalah uang dan kesehatan. Sedih ya? Nah, bisa jadi masyarakat kita terkena sindrome ini.
       Mungkin ada yang menyatakan bahwa sekarang ini mencari rejeki itu sulit. Duit susah dicari dan biaya hidup meningkat. That's oke. Dari dulupun, masalah ekonomi ini ada. Lalu mau gimana lagi?
Kita juga bisa terkena The Missing Tile Syndrome ketika menyikapi orang lain. Kita fokus dengan kekurangan orang lain padahal seabrek kelebihan dan kebaikannya jelas kita rasakan. Atau, kita kecewa dengan pasangan, rekan kerja atau bos di kantor. Kita pingin cari bos baru, rekan baru atau juga pasangan baru. Upss, sorry. Padahal, jika mau sedikit berupaya dan melihat dari sudut pandang berbeda maka selalu ada "ubin yang indah" di diri mereka, bukan?
       Di situlah pentingnya perubahan perspektif. Perubahan paradigma. Dalam kelas-kelas ekonomi Islam yang kami kelola, selalu ditekankan pentingnya paradigma Islami dan perpespektif falah dalam berfikir dan bertindak terkait pemenuhan kebutuhan hidup dan aktifitas ekonomi. Kita harus memurnikan pikiran dan hati kita.
       Saya kira. Rasul adalah contoh manusia yang tidak terkena sindrome ubin hilang. Misal, ia tidak kecewa ketika diberikan harta dan tampilan ekonomi yang hanya "sebegitu", meski ia tahu bahwa Nabi Sulaiman bisa sangat kaya meskipun seorang nabi. Ia tidak terintimidasi dengan tampilan glamour pemuka Quraisy, padahal ia mampu melakukannya, bukan?. Ia tidak stress, jangan-jangan orang mencibir, "Nabi kok miskin?
       Atau, rasul tidak terkena sindrome ini ketika berhadapan dengan kafir Quraisy yang keras kepala, stubborn dan dark heart. Ia selalu memiliki pandangan positif bahwa mungkin saja, suatu ketika mereka akan mendapat hidayah. Ia tidak marah atau dendam kesumat. Ia selalu membuka hatinya, sewaktu-waktu ubin itu akan tergantikan.
Terbukti bukan?.
       Para kafir akhirnya berbondong-bondong memeluk Islam. Ternyata para sahabat juga mengikuti sikap beliau.
       Saya hanya berandai-andai. Sekiranya saja Rasul dan sahabatnya terkena sindrome ini, maka apakah mungkin kita masih bisa merasakan indahnya iman dan Islam? Lalu, mengapa tidak berupaya menghilangkan sindrome ini sesegera mungkin?
Yup, cara mengobatinya adalah dengan banyak bersyukur. Oalah,,jauh-jauh muter dan pakai istilah asing, ternyata pesannya cuma bersyukur toh. Ya, iyalah....

sumber : http://mridwancentre.blogspot.co.id/

___________________________________________________________________________________

DR. M. Ridwan, MA meraih gelar doktor dalam bidang ekonomi Islam di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia adalah dosen dan pembicara ekonomi Islam di beberapa  perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Saat ini dipercaya sebagai Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN-SU. Selain itu juga dipercaya sebagai koordinator CIESRA (Center for Islamic Economics and Sharia Research) Pusat.  Aktif dan pernah menjabat sebagai staf ahli Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Pusat Jakarta (2008) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara (2012-2015).

Beberapa karya tulis yang pernah diterbitkan Konsep Pembangunan Menurut Ekonomi Islam dalam Buku Ekonomi dan Bank Syariah (Medan: IAIN Press, 2002), Pengembangan IT di Fakultas Syariah  (Bandung: Cita Pustaka Media, 2007), Transaksi Derivatif Dalam Perspektif Islam (Jurnal Solo, 2008),  Hukum dan Ekonomi Islam (ed), (Bandung: Citapustaka Media, 2007),Dinar Dirham Vs Bank Islam (2012) dan berbagai artikel baik yang ditulis di koran maupun MAJALAH.

Untuk menghubungi dan berkonsultasi dengan penulis silahkan kontak ke HP : 0813-75239220 email: mridwanku@gmail.com

Kamis, 24 Maret 2016

Pensiun : Suasana Baru - Semangat Baru !


Menikmati Suasana Baru dengan Semangat Baru ! : Zona Pensiun

Setelah kita bekerja dan menikmati prestasi yang telah kita ukir, maka saatnya menjelang pensiun menumbuhkan semangat baru untuk menuju suasana baru, suasana dimana kita akan menoreh prestasi berikutnya dengan berbagai aktivitas yang beragam dan menyenangkan. Aktivitas yang memberi kesempatan buat kita dengan leluasa menggunakan waktu yang di miliki untuk mewujudkan beberapa ide segar yang telah direncanakan, sebagai prestasi dan target baru setelah berpuluh tahun mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk bekerja dan berprestasi di perusahaan.

Mengapa masa pensiun disambut dengan slogan “SUASANA BARU – SEMANGAT BARU !”

Ya, karena pensiun hanyalah sebuah sebutan bagi kita untuk tidak lagi wajib beraktifitas diperusahaan, dan artinya kita mendapati kesempatan seluas mungkin untuk mengukir prestasi didunia luar (perusahaan) yang akan tetap mengobarkan semangat kesuksesan, rasa bahagia dan kemuliaan dalam format aktifitas yang berbeda dan beragam. 

Bukan tidak mungkin nilai luhur yang kita peroleh dalam budaya kerja perusahaan dapat kita aplikasikan dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat : planning – organizing – actuating – controlling (misalnya) juga perlu difahami dalam kehidupan masyarakat luas maupun masyarakat terkecil (rumah tangga).

Suasana baru yang akan kita jalani ketika pensiun akan membuka mata kita bahwa begitu banyak prestasi kehidupan yang bisa diukir dalam berbagai hal, dalam sukses ‘4-Ta’ misalnya. Anda bisa merencanakan target dari sisi peningkatan :
  • -          Harta (ekonomi, buka usaha, investasi)
  • -          Tahta (wiraswasta/sebagai bos – atau aktif di ormas memegang amanah      kepengurusan)
  • -          Kata (kelimuwan ; mengajar – belajar – mengkaji – mengaji, dll)
  • -          Cinta (Kepedulian ; menjadi relawan – membuat yayasan sosial/pendidikan – dll)    


Aset yang anda miliki ketika pensiun untuk terus hidup berprestasi cukup beragam, diantaranya :
  • -          Waktu yang luas dan bebas
  • -          Jaringan yang bisa secara intens di bina dan diberdayakan
  • -          Keluarga besar dengan ragam potensinya
  • -          Ide dan bakat positif yang bisa dikembangkan
  • -          Input pengetahuan, pengalaman, skill yang lebih leluasa untuk diasah
  • -       Pertemanan sejawat (kantor) yang bisa menambah akses prestasi diluar yang akan dikembangkan.
  • -          Bonus dan penghargaan dari perusahaan


Manusia dan perubahan

Tahukah anda kemampuan manusia yang lebih hebat dibanding makhluk Tuhan lainnya? Selain potensi otak yang cerdas, manusia juga dianugerahi kemampuan beradaptasi dengan keadaan. Berbagai peristiwa kehidupan yang kita lalui merupakan sebuah bukti bahwa kemampuan kita beradaptasi sangat membantu dalam menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan.

Termasuk juga dengan perubahan kita dari aktif bekerja kepada masa pensiun, bukanlah merupakan peristiwa yang menakutkan dengan bayangan adanya kekurangan finansial, turunnya penghormatan, diremehkan, dianggap tidak berguna, dan sebagainya.

Bukankah sebelum pensiun berbagai jenis permasalahan diatas juga pernah menerpa diri kita dan kita bisa keluar dari permasalahan tersebut ? sebenarnya kita telah memiliki seperangkat pengalaman dan pengetahuan untuk menghadapi berbagai jenis permasalahan diatas jika nanti akan terjadi dimasa pensiun, itulah modal manusia untuk beradaptasi dalam hidupnya : ilmu dan pengalaman plus kecerdasan akal pikiran yang Tuhan berikan.
Maka layaklah kita menyambut masa pensiun dengan senyum bahagia sembari menyatakan SUASANA BARU – SEMANGAT BARU !

Manusia dan ketergantungan pada Tuhan (mikrokosmos – makrokosmos)

Terkadang kita tidak menyadari bahwa dalam hidup ini banyak hal yang tidak mampu kita kendalikan baik dialam mikrokosmos (diri) maupun makro kosmos (alam semesta). Dominan adalah peran kekuasaanNya yang mengatur segalanya hingga berjalan rapi dan tuntas, mulai dari detak jantung manusia, paru-paru, aliran darah, pertumbuhan tulang, kuilt, rambut, proses pencernaan makanan, reproduksi hingga perputaran bumi, siang dan malam, rotasi dan revolusinya bumi di alam semesta plus keteraturan jagad raya adalah kerja rumit dan maha besar yang hanya bisa dilakukan oleh Dia Yang Maha Mengatur dan Menciptakan.

Manusia memang tidak bisa lepas dari kebutuhan pertolongan Rabb-nya dalam menjalani kehidupan. Dan beruntungnya manusia diberikan seperangkat kecerdasan dan potensi untuk menghadapi problem kehidupan plus dengan keluasan Kasih sayangNya yang siap menerima keluhan dan mengijabah permintaan hambaNya, yang bahkan telah Ia janjikan akan mengabulkan doa bagi yang meminta kepadaNya.

Kebaikan Tuhan kepada ciptaanNya jauh tak terbanding dari kebaikan manusia dengan sesamanya. Hanya Tuhan yang sanggup terus memberikan keperluan hidup manusia yang (bahkan) suka menentang dan ingkar padaNya. Jika Ia masih mau membagi rezeki pada yang menentangNya, maka barang tentulah kita yang masih mau dan antusias untuk dekat padaNya akan lebih diprioritaskan tidak hanya berupa pertolongan rezeki semata tapi juga keberkahan dalam hidup.

Problem penataan alam mikrokosmos dan makrokosmos itu jauh lebih rumit dibandingkan problem kehidupan diri kita yang sangat sederhana dan hanya berputar di sekitar masalah reseki, penyakit, penghargaan diri,  dan sebagainya.
Maka tidak ada alas an bagi kita untuk khawatir menjalani hidup dimasa pensiun, karena ada Dia yang siap untuk mendengarkan dan membantu kita dalam menjalani kehidupan.

“Sebesar apapun masalah yang menerpa diri anda, masih ada Dia yang jauh lebih besar Kekuasaan dan KeagunganNya yang akan dengan memudahkan menuntaskan masalah yang kita hadapi, dekatilah Rabb-mu”



Selasa, 22 Maret 2016

ENTREPRENEUR MOTIVATION (Bagian-2 : Bisnis itu Mudah)

”BISNIS ITU MUDAH”
(By : Muhammad Khairil)

  1. MENGAPA BISNIS ITU MUDAH ?
Berbicara tentang mudah atau sulitnya sesuatu tergantung dengan kesiapan dan kesungguhan seseorang dalam menjalaninya. Belajar bahasa inggris terasa tidak menyenangkan bagi sebagian orang namun bisa terasa mudah bahkan menyenangkan bagi yang lainnya. Menekuni bela diri juga terasa sulit bagi sebagian pemuda namun sebagian lainnya sangat enjoy dan menikmati latihan bela diri yang terkenal dengan kekerasan fisik tersebut.
Segala sesuatu akan terasa sulit jika tidak dihadapi dan dilaksanakan dengan pemahaman, kesungguhan, dan motivasi yang kuat. Demikian juga dengan berwirausaha, akan terasa sulit bagi mereka yang tidak punya motivasi untuk mandiri, malas, dan tidak bersungguh-sungguh. Sebaliknya akan terasa mudah bagi mereka yang telah memahami, yakin dan optimis untuk sukses dengan berbisnis secara mandiri

Selain tergantung dengan kemauan dan motivasi untuk berwirausaha, ada beberapa faktor yang mendukung alasan berbisnis itu mudah, diantaranya :
  • ü  Karena potensi pebisnis itu ada pada diri kita
  • ü  Karena modal utama bisnis itu bukan ijazah dan sertifikat, melainkan kemauan dan keyakinan
  • ü Karena peluang jenis usaha yang dibutuhkan masyarakat sangat banyak dan terbuka kesempatan untuk dikelola.
  • ü  Telah banyak bukti pebisnis yang sukses bermula dari tingkat ekonomi yang sangat rendah dan ”tidak ada apa-apanya”.

  
Beberapa alasan klasik yang menyatakan bahwa berwirausaha itu sulit dan berat :
         Tidak bakat dagang/tidak percaya diri
         Tidak punya Modal
         Tidak tahu mau bisnis apa
         Bingung untuk memulai
         Takut gagal
         Tidak sabar

Seluruh alasan klasik yang membuat kita takut dan enggan berwirausaha akan ternafikan ketika kita mau sungguh-sungguh untuk belajar mulai dari mengenal potensi diri, belajar memupuk keyakinan dan motivasi, belajar untuk mencintai kerja keras, kesabaran dan keberanian untuk menggapai cita-cita dan target sukses khususnya dalam berbisnis mandiri.


  1. BEBERAPA LANGKAH PENTING UNTUK MEMULAI BISNIS
Mengendarai mobil akan terasa mudah bagi mereka yang telah menguasai ilmunya, dalam memulai bisnis juga diperlukan pemahaman yang benar untuk memenej bisnis agar bisa berjalan dengan baik.
Memenej sebuah usaha tidak bisa terlepas dari kemauan pelaku usaha dalam memenej dirinya sendiri. Usaha tidak akan baik jika dijalankan oleh pribadi yang tidak termenej dengan baik mental dan spiritualnya. Dengan demikian perlu langkah intern dan ekstern yang benar dalam upaya memulai perjalanan sebuah bisnis.

       Beberapa langkah penting untuk memulai berwirausaha adalah :

ü  MENGENALI POTENSI/KETRAMPILAN DIRI
Banyak hal yang bisa kita dagangkan baik berupa produk yang bersifat material maupun jasa. Maka penting bagi kita untuk mengenal potensi diri/ketrampilan atau kecenderungan diri kita yang layak untuk dijual atau yang bisa digunakan untuk mendukung usaha bisnis yang akan kita lakukan.
Tidak sedikit para pebisnis sukses memulai usahanya dari hoby yang mereka miliki. Karena usaha yang dijalankan sebaiknya adalah usaha yang kita senangi, maka berbisnis berdasarkan hoby termasuk  cara yang banyak ditempuh oleh para wirausahawan.
Beberapa potensi/hoby yang bisa dikembangkan diantaranya hoby dengan program design komputer, hoby mengajar, hoby membaca, bergaul, menjahit, bordir, hoby membuat kue, handy kraft, keinstrukturan, atau berbagai hoby lainnya yang kita rasa layak jual.
Bisnis rental komputer, biro private, kafe, rumah buku, percetambingan study, adalah sebagian kecil dari usaha yang bersumber dari hoby yang cukup menarik dan menjanjikan jika digarap dengan serius
Siapa yang menyangka bahwa sifat dan kepribadian kita yang suka bergaul, kreatif, jujur, sabar, melayani adalah sifat-sifat yang juga dimiliki dan digunakan oleh para pebisnis sukses.


ü  MENGENALI PELUANG PASAR
Membaca peluang pasar adalah hal yang sangat penting bagi seseorang yang ingin menjalankan usaha, manfaat mengenali pasar diantaranya :
  1. Akan  menemukan berbagai ide yang segar untuk mengembangkan produknya sesuai dengan kebutuhan pasar
  2. Jika ia belum memutuskan hoby/ketrampilan dirinya yang akan ia jual, maka dengan melihat peluang pasar ia akan bisa menemukan kebutuhan pasar yang cocok dengan karakter dirinya/minat
Beberapa peluang pasar dapat kita lihat dari berbagai kebutuhan yang harus terpenuhi ditengah masyarakat, misalnya kebutuhan sandang pangan, pendidikan, kebersihan, perawatan kenderaan, alat transportasi, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya


ü  MENETAPKAN JENIS BISNIS/USAHA YANG AKAN DILAKUKAN & YAKIN SUKSES
Setelah mengetahui potensi diri dan membaca peluang pasar, maka langkah selanjutnya kita bisa menetapkan rencana bisnis yang akan di kerjakan, dengan syarat ;
1.       Yakin dibutuhkan
2.       Yakin layak jual
3.       Yakin menguntungkan
4.       Yakin mampu memulai dan mengembangkan
5.       Yakin Sukses dengan pilihan tersebut
  

ü  MEMPELAJARI SELUK-BELUK USAHA TERSEBUT (PRODUK-MARKETING-PROMOSI-DLL)
Langkah terpenting berikutnya adalah mempelajari jenis usaha yang telah kita pilih, beberapa cara mempelajari jenis usaha pilihan kita adalah :
  1. Bertanya kepada yang telah menjalankannya
  2. Merujuk kepada berbagai referensi dan literatur
  3. Membaca/mempelajari biografi pengusaha yang telah sukses dibidang tersebut
  4. Belajar tentang pengolahan, produksi, atau cara termudah mendapatkan sumber produk
  5. Belajar tentang tekhnik dan strategi penjualan, pemasaran dan promosi yang efektif
  6. Menganalisa dan merencanakan ide-ide baru dalam produksi sebagai keunikan tersendiri/diferensiasi
  
ü  MERENCANAKAN LANGKAH USAHA (RENCANA MITRA - RENCANA JARINGAN)
Langkah penting berikutnya adalah merencanakan langkah-langkah taktis dalam mewujudkan rencana usaha tersebut, beberapa hal yang bisa direncanakan adalah :
  1. Merencanakan waktu yang tepat untuk memulainya (produksi – promosi - marketing)
  2. Merencanakan lokasi yang tepat untuk tempat usaha (sesuai dengan konsumen yang dituju)
  3. Merencanakan mitra/jaringan yang akan menjadi partner percepatan usaha
  4. Merencanakan kesiapan mental untuk sukses atau gagal, untuk sabar, untuk siap bekerja keras, siap melayani, kreatif, dan beberapa sikap penting lainnya
  
ü  MEMULAINYA SEGERA!
Ini adalah langkah besar dan terpenting dalam semangat berwirausaha yaitu segera memulainya setelah melakukan berbagai input data dan perencanaan yang matang. Dalam memulai usaha ada beberapa hal yang bisa anda lakukan :
  1. Dalam produksi : Ciptakan produk yang berkwalitas, berbeda/unik, unggul, kemasan yang baik
  2. Dalam promosi :  Berikan informasi yang menarik, tepat sasaran, memancing minat, serta kontinu dengan memanfaatkan berbagai media dan kesempatan.
  3. Dalam marketing : Siapkan harga yang kompetitif, terjangkau, sesuai dengan kwalitas produk, pelayanan plus
  4. Fokus, Totalitas, Kreatif, dan optimis dalam menjalan roda usaha
  
  1. PANTANGAN DALAM BERBISNIS
ü  Pantang menjual yang haram
ü  Pantang menggunakan cara yang haram (menipu-sumpah palsu-zhalim)
ü  Pantang putus asa & menyerah
ü  Pantang boros
ü  Pantang sombong
ü  Pantang pasif






ENTREPRENEUR MOTIVATION (bagian -1 : Bisnis itu Indah)




BISNIS ITU INDAH
by : M. Khairil

Banyak pilihan yang bisa kita lakukan untuk memperoleh rezeki, bisa dengan cara bekerja dibawah pimpinan orang lain atau bekerja dengan usaha mandiri 

Manakah yang lebih baik ? Jawabnya tentu sama-sama baik, karena memang kedua cara tersebut halal dalam pandangan Islam dan norma kehidupan. Dan sudah barang tentu setiap yang halal akan menimbulkan efek ketenangan dan kebahagiaan. Jadi tidak ada 'kamusnya' bagi mereka yang berwirausaha merendahkan yang bukan pe-wirausaha. Atau sebaliknya yang berwirausaha dicemooh karena masih merintis dan berjibaku dalam usahanya. 

Apa bahagianya memperoleh kekayaan dengan bekerja pada sebuah perusahaan/instansi dengan cara yang tidak jujur atau korupsi ? dan juga apa nikmatnya memperoleh banyak keuntungan dalam berbisnis tapi menggunakan trik penipuan yang merugikan  banyak orang? Apapun jenis pekerjaan dan usahanya (yang halal) bisa memberi kebahagiaan jika dilakukan dengan cara yang benar dan Allah Ridhoi. 

Bekerja menerima gaji dan menggaji diri sendiri (wirausaha) memiliki tingkat kenikmatan dan kesulitan masing-masing. Dan semuanya harus difahami dan disadari agar kita bisa sukses dan merasakan kebahagiaan dalam menjalani profesi mencari rezeki yang kita pilih tersebut.

Mengapa harus wirausaha ? 
Ya, mengapa kita harus berwirausaha ? 
mengapa harus berpikir menghasilkan uang secara mandiri ? 
kapan masa yang tepat untuk memulainya? 
Apa pentingnya berwirausaha usia muda? 

Salah satu bentuk kehidupan yang meresahkan adalah ketika kebutuhan dasar kehidupan tidak dapat terpenuhi, baik dari sisi sandang dan pangan, kesehatan, dan pendidikan. kebutuhan dasar ini harus terpenuhi dengan baik. Jika tidak, maka akan muncul berbagai penyakit sosial berwujud penyimpangan prilaku dan moral yang cukup mengkhawatirkan. Permasalahan ekonomi termasuk problem terberat bagi masyarakat yang harus dicari jalan keluarnya. 

Ada beberapa sikap masyarakat dalam menghadapi permasalahan ekonomi : 

  1. Stress dan mati akal, putus asa 
  2. Emosi dan mencari siapa yang menyebabkan mereka susah, mencari kambing hitam 
  3. Potong kompas, nekad dan menggunakan aksi nekad yang merugikan diri dan orang lain 
  4. Cuek, "gak mau tahu, bukan urusanku" 
  5. Mengeluh, mengeluh dan mengeluh 
  6. Berpikir dan bekerja keras untuk mencari solusi dengan optimis dan langkah yang efektif  


Dari keenam sikap diatas, yang terbaik tentunya adalah mereka yang berpikir solusi dan optimis untuk menuntaskan permasalahan hidupnya. 

Paling tidak ada beberapa faktor mengapa kita harus berpikir wirausaha, diantaranya : 
  • Kebutuhan mendesak ekonomi yang harus segera teratasi 
  • Perkembangan jumlah para pencari kerja dari tahun ketahun semakin meningkat jumlahnya 
  • Laju pertumbuhan kesempatan bekerja pemerintah/swasta tidak mampu mengimbangi laju pertumbuhan pencari kerja 
  • Krisis mutlidimensional yang belum berakhir pada negeri ini. 
  • Krisis ekonomi membuat banyak perusahaan yang melakukan efisiensi, karena gulung tikar atau menghindari kebangkrutan 
  • Semakin meningkatnya jumlah pengangguran 

Kapan masa yang tepat untuk memulai ? 
Realita hidup menuntut kita untuk segera bergerak antisipatif dalam menjalaninya, permasalahan ekonomi kita hari ini tidak akan tuntas jika hanya berkeluh kesah, meratapi, menyesalkan atau mencari kambing hitam. Solusi utama dari kekurangan ekonomi adalah segera berusaha untuk memenuhinya. Dalam skala besar ataupun kecil, bisnis secara mandiri tetap merupakan cara yang baik yang dapat membantu menyelamatkan kebutuhan hidup.
Termasuk langkah cerdas adalah ketika seseorang atau sekumpulan orang mampu memanfaatkan segala potensi dan sumber daya untuk memperoleh penghasilan yang memuaskan. Semakin baik potensi dan SDM yang diberdayakan maka akan semakin membuka pintu lebar kenyamanan dan kemapanan dari sisi ekonomi, bukankah bekerja sama dan gotong royong itu lebih ringan dibandingkan kerja sendirian? 
Demikian pula dalam dinamika perekonomian rumah tangga, alangkah baik jika seluruh komponen rumah tangga adalah pribadi yang membantu dan memberi solusi atas permasalahan ekonomi keluarga.

Karena kesuksesan bisnis hanya akan mampir pada mereka yang mau berpikir dan bertindak profesional dan totalitas dalam usahanya, maka profesionalitas dan totalitas itu dapat segera dibangun mulai usia muda dengan cara learning by doing. 

Ada banyak keuntungan untuk berpikir bisnis disaat usia muda. Karena memang dunia telah menunjukkan banyak pebisnis muda yang sukses didalam usahanya, ini bisa menjadi contoh yang baik buat yang lainnya. 
Beberapa manfaat berpikir bisnis diusia muda adalah : 

  • Anda berarti telah berpikir untuk solusi kehidupan 
  • Anda telah mulai berpikir dan serius merancang masa depan
  • Anda telah mulai melacak dan mengenali potensi diri untuk profesionalisme anda dimasa depan.

Usia muda adalah dimana seluruh potensi diri ”ready for use”, sehingga amat baik jika segala tantangan dan perjuangan dalam membangun usaha berlangsung pada usia tersebut. Selain akan mudah bangkit, usia muda juga sangat suka dengan tantangan, ini adalah potensi yang baik untuk dikembangkan dan diasah menjadi karakter yang sangat dibutuhkan dalam menjalan sebuah usaha. 

Keindahan Bisnis secara mandiri
Benarkah berwirausaha itu enak? Bukankah masih banyak orang yang lebih memilih untuk menjadi orang gajian dibanding sebagai pewirausaha? Benar ! tetapi itu bukan berarti ”membenarkan” bahwa berwirausaha itu tidak enak, umumnya mereka yang telah sukses atau yang sedang merintis sebuah merasakan kebahagiaan dan kenikmatan tersendiri diantaranya karena : 
  BESAR PELUANG UTK MEMPEROLEH PENINGKATAN HASIL YANG LEBIH BAIK : Mereka yang bekerja dengan gajian, biasanya akan mengalami peningkatan gaji dalam jangka waktu tertentu, bisa sifatnya 1 tahun, 2 tahun atau bahkan bertahun-tahun, itupun dengan peningkatan yang terkadang tidak signifikan. Sementara mereka yang berwirausaha bisa memperoleh hasil berlipat ganda dalam waktu yang relatif tidak lama, tergantung dengan kerja keras dan kerja cerdasnya, semakin rajin dan tekun maka akan semakin cepat memperoleh peningkatan hasil. 

 BEBAS MEMENEJ WAKTU (BISA MELAKUKAN BANYAK HAL) Jika kita bekerja pada seseorang, maka waktu yang kita miliki sekitar 8 jam setiap harinya harus kita relakan untuk mengabdi pada tugas yang telah diamanahkan, melakukan hal lain tentunya akan melalaikan amanah dan sikap ini sering disebut indisipliner dan inkonsistensi (tidak disiplin dan tidak sungguh-sungguh), pastinya merugikan pemilik usaha. Sementara seorang pewirausaha, waktu hidupnya adalah miliknya secara full, tergantung dirinya kemana akan ia gunakan kebebasannya dalam memenej waktunya keseharian, dalam berbisnis secara mandiri kebebasan memenej waktu ini tentu merupakan hal yang sangat menguntungkan, karena dalam 1 hari bukan tidak mungkin ia membangun 2 atau 3 bisnis yang bisa ia kerjakan. Apalagi jika ia telah masuk kepada fase kreatif dan jeli melihat peluang, maka waktu ia miliki benar-benar memiliki daya hasil yang luar biasa. Ia pun bisa menyambi untuk silaturahmi, berdakwah, bermasyarakat dengan waktu yang cukup luang. 

  PERINGKAT BOS CEPAT DIRAIH (EFEK POSITIF PSIKOLOGIS-PERCAYA DIRI) Tidak usah dipungkiri bahwa banyak orang punya keinginan untuk menjadi leader/bos dalam aktivitas yang dilakukan, termasuk juga dalam pekerjaan. Sebenarnya bukan nilai kesombongan dan pujian yang menjadi kenikmatan utama memimpin pekerjaan, tetapi lebih pada kenikmatan menjalankan ide secara totalitas dengan semangat perjuangan dalam mencapai tujuan. Jatuh-bangunnya dalam usaha ternyata memiliki kenikmatan dan hikmah tersendiri bagi pelakunya. Selain itu juga terasa juga nikmatnya bisa memberi kebahagiaan pada orang lain, karyawan atau orang yang dipimpin. Menggaji mereka sama artinya memberi kebahagiaan buat diri dan keluarganya yang terbantu secara ekonomi. 

  BISA MEMBANTU BANYAK PIHAK Ketika hasil sudah lumayan atau bahkan berlipat ganda maka rasa kebahagiaan juga akan semakin berlipat ganda disaat mampu membantu banyak pihak, orang tua, keluarga, atau bahkan masyarakat umum. Karena memang pada dasarnya kita semua terenyuh dengan kesusahan siapapun, bukan tidak mau membantu tetapi memang karena selama ini kitapun dalam kesulitan. Nah jika kita telah memiliki banyak rezeki tentu keinginan membantu sesama akan segera terwujud. 

 MEMILIKI KEBEBASAN DALAM BERSIKAP/BEBAS UTK KREATIF & INOVASI Ini dia kenikmatan berikutnya dalam berwirausaha, yaitu kebebasan dalam berekspresi, bereksperimen, berinovasi dan melakukan berbagai kreatifitas dalam usahanya. Jika bekerja pada pihak lain tentu tidak akan sebebas si pewirausaha tersebut, sehingga tak jarang ada yang jenuh, bosan dan kecewa dengan pekerjaannya karena tidak tersalurkan ide-ide kreatifnya 

  TERBENTUK KARAKTER UNGGUL (OPTIMIS-TELITI-KERJA KERAS) Wirausaha/wiraswasta/entrepreneur berasal dari kata; Wira = utama, gagah, luhur, berani, pejuang Swa = sendiri, Sta = berdiri Maka wiraswasta ; orang yang berjuang dengan gagah, berani, juga luhur dan pantas diteladani dalam bidang usaha. Dengan kata lain wirausaha adalah orang yang mempunyai sifat kewiraswastaan; keberanian mengambil resiko, keutamaan dan keteladanan dalam menangani usaha dengan berpijak pada kemauan dan kemampuan sendiri. 

Berdasarkan berbagai definisi diatas dapat tergambar dengan jelas bahwa mereka yang menempuh jalan wiraswasta sama artinya dengan sebuah perjalanan membina diri, melatih diri untuk berani berjuang, siap menghadapi resiko, bekerja keras, perencanaan yang matang, dan berbagai sikap lainnya. 

Dan keindahan utama dari pebisnis yang baik bukan terletak pada gelimang hartanya, namun pada berbagai akhlak mulia yang tertempa pada dirinya. Siapapun tidak akan memberikan penghargaan yang baik buat mereka yang banyak mengumpulkan harta dalam bisnis namun menggunakan cara-cara yang kotor dan haram.

Senin, 21 Maret 2016

SMART PARENTING

SMART PARENTING

BE HAPPINESS AND SUCCESS WITH LOVE

PROLOG
            Seharusnya keluarga adalah kancah pembentuk manusia unggul dalam kehidupan, karena setiap keluarga sejatinya memiliki banyak impian dan harapan kebahagiaan.
Namun kegamangan sering terjadi ketika melihat perkembangan anak dan keluarga yang mengkhawatirkan, semakin tidak terkontrol dengan baik dan menambah berbagai permasalahan baru dalam keluarga.
Ada peran penting yang harus terus diingatkan dalam upaya membentuk keluarga yang unggul. Orang tua adalah aktor utama dalam membentuk keluarga yang berkwalitas. Dan ini bisa berjalan dengan baik jika orang tua memiliki ilmu yang cukup dan kemauan yang kuat untuk melakukan perbaikan.
Kajian parenting umumnya adalah berbicara tentang manajerial efektif orang tua dalam memenej rumah tangga. Banyak sumber dan berbagai dimensi pengetahuan bisa kita lakukan untuk menambah wawasan tentang manajemen keluarga yang produktif, bisa dari tinjauan ilmiah, amaliah, juga manajerial motivatif yang berdimensi mental spiritual.
Pada kajian kali ini Smart Parenting lebih diarahkan pada sisi mentalitas, bagaimana seorang pemimpin keluarga memiliki kemauan dan keyakinan kuat untuk memperbaiki keadaan dengan memulai dari pembentukan karakater diri dan keluarga.
Buah akan jatuh tidak jauh dari pohonnya, sebuah pepatah yang mengajarkan kita bahwa anak akan berprilaku/bersikap tidak jauh beda seperti orang tuanya, karena ada pembelajaran langsung atau pun tidak langsung yang terjadi selama proses perjalanan keluarga.


IMPIAN KELUARGA
Alangkah indahnya kehangatan silaturahmi dan keramaian kala resepsi pernikahan berlangsung. Pengantin tersenyum bahagia, orang tua, keluarga, dan rekan turut mendoakan agar pernikahan tersebut membawa kebahagiaan.
Segala perjuangan dan susah payah dalam menjalin ikatan pernikahan tentu dengan dambaan besar sebuah kehidupan yang lebih baik hingga berpulang kepadaNYa.
Satu hal yang lumrah jika semua keluarga merindukan kebahagiaan yang berkesinambungan, membayangkan sampai nanti dihari tua semuanya baik-baik saja. Anak-anak sukses, ekonomi keluarga membaik, semakin harmonis dengan suami/istri, cucu dan cicit berkelakuan baik, dan semuanya dekat dengan Tuhan.
Walaupun realita ‘belakangan itu semua tidak tercapai, tetap saja diawal pernikahan bayangan indah itu terpikirkan. Ya seyogyanya komitmen menikah adalah kehidupan baru kita yang akan mempermudah hidup untuk meraih segala impian kesuksesan dan kebahagiaan.
Impian membentuk keluarga bahagia memang harus ditanamkan dihati sang anak kala akan menikah, sehingga ia punya visi dan target yang kuat dalam menjalankan rumah tangganya.
Impian bahagia ini juga amat baik dimunculkan diusia matang pernikahan yang kita jalin, karena ia akan memberi harapan terjadinya perubahan kepada kondisi yang lebih baik.


PERMASALAHAN KELUARGA KELUARGA BERMASALAH
Apa perbedaan dari dua kalimat diatas? Apakah sama? Tentu tidak. Permasalahan didalam rumah tangga adalah hal yang lumrah untuk terjadi. Bisa muncul dari berbagai dinamika dan perubahan yang terjadi dalam keluarga tersebut. Permasalahan dalam sebuah rumah tangga tidak berarti menjadikan keluarga tersebut menjadi keluarga bermasalah.
Kearifan dalam menghadapi problematika rumah tangga tidak jarang menjadikan keluarga tersebut lebih dewasa dan bijaksana dalam perjalanannya. Bagi keluarga yang unggul permasalahan yang muncul dalam sebuah rumah tangga menjadi sarana ‘peningkatan kelas/derajat’ kekuatan mental anggota keluarganya yang kelak akan memiliki keluarga secara mandiri.
Lantas bagaimana dengan keluarga bermasalah? Secara umum ini bermakna negatif yang ditujukan buat keluarga yang jauh dari keteraturan. Keluarga bermasalah adalah keluarga yang bertubi-tubi menghadapi permasalahan hidup bahkan satu permasalahan beranak pinak menjadi masalah berikutnya, atau yang terparah adalah sesuatu yang sebenarnya tidak bermasalah tapi menjadi perkara besar dan dipermasalahkan (karena suka dibesar-besarkan).
Bagi keluarga model ini, sebuah permasalahan keluarga yang muncul akan menambah kekacauan yang beruntun dan membuahkan masalah berikutnya. Masalah yang satu belum selesai dituntaskan sudah muncul lagi beban masalah berikutnya dan begitu terus-menerus, hingga sangat pantas disebut keluarga bermasalah; orang tuanya bermasalah, anaknya bermasalah, bermasalah dengan tetangga, bermasalah dengan keluarga, bermasalah dengan pekerjaan, bermasalah dengan pihak sekolah/kampus, bermasalah dengan istri/suami/mertua/menantu, dan bermasalah besar dengan Tuhan (gawat!).
Keluarga Unggul adalah kebalikan dari kondisi Keluarga Bermasalah. Kedua model keluarga ini sama-sama mengalami/menjumpai problem berkeluarga secara umum, namun hasil penyelesaian akhir dari keduanya sangat jauh berbeda, mengapa? Inilah beberapa alasan yang bisa diketahui
Keluarga Unggul menghadapi masalah dengan semangat mencari solusi dan kebersamaan, sementara Keluarga Bermasalah dengan semangat mencari ‘kambing hitam’ serta menyelamatkan diri masing-masing.
Keluarga Unggul menjadikan permasalahan sebesar apapun jadi sederhana dan optimis untuk diselesaikan, sementara Keluarga Bermasalah menghadapi permasalahan kecil dengan sikap emosional dan sangat dibesar-besarkan dan dipersulit/mempersulit diri sendiri (apalagi menghadapi masalah besar? Hmmm).
Keluarga Unggul tidak ingin ada anggota keluarganya yang dirugikan atau ‘terkalahkan’ dalam permasalahan tersebut, sementara Keluarga Bermasalah sanggup untuk menghancurkan anggota keluarganya sendiri (sadis...!).
Untuk sekedar sebuah evaluasi. BAGAIMANA KONDISI KELUARGA KITA HARI INI? TERGOLONG KELUARGA UNGGUL ATAUKAH KELUARGA BERMASALAH?


IMPIAN VS PERMASALAHAN
Permasalahan adalah sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Terasa menjadi sebuah masalah dalam keluarga disaat harapan bahagia terasa sirna dengan kemurungan dan kesengsaraan yang bertubi-tubi.
Ada banyak hal yang kita kecewakan dalam kondisi keluarga yang dijalani diantaranya :
1.        Hubungan kekerabatan yang buruk
2.       Komunikasi yang buruk
3.       Orientasi hidup keluarga yang membahayakan
4.       Mental keluarga yang buruk (orang tua/anak/istri/suami)
5.       Manajemen Diri yang lemah (emosional, pesimis, dll)
6.       Malas Ibadah, suka berbuat dosa/maksiat
7.       Kuatnya aroma kebencian, permusuhan
8.       dan lain-lain

Tujuh poin diatasnya hanyalah sebagian kecil dari kekecewaan yang bisa muncul dari kondisi keluarga yang tidak kita harapkan. Pembiaran terhadap kondisi buruk tersebut akan berefek panjang dari perjalanan sebuah rumah tangga.

Ada beberapa sikap yang muncul dalam menghadapi permasalahan tersebut :
1.        Putus asa, banyak mengeluh, merasa sulit untuk berubah
2.       Tidak mau tahu
3.       Setengah hati
4.       Sepenuh hati dan optimis memperbaikinya


"Sikap terbaik adalah sepenuh hati untuk menuntaskan masalah dengan optimisme yang tinggi bahwa perubahan kearah yang lebih baik sangat mungkin untuk terjadi"


MENGAPA BISA TERJADI?
Ya, mengapa itu semua bisa terjadi, tentu sangat banyak faktor yang melatarbelakanginya, namun paling tidak ada beberapa sebab secara umum, yaitu :
1.        Pemahaman manajemen diri/manajemen keluarga yang sangat rendah
2.       Visi keluarga yang lemah
3.       Komunikasi yang tidak terjalin dengan baik
4.       Kwalitas keimanan yang tidak terawat


SOLUSI PERUBAHAN : ”3 REVOLUSI”
Untuk menuju keluarga yang unggul dan berkwalitas harus berani melakukan aksi perubahan secara totalitas (tanpa menafikan proses perubahan). Kita pilih totalitas/sepenuh hati agar memperoleh hasil yang maksimal dan upaya yang maksimal.
Revolusi adalah perubahan cepat pada suatu keadaan. Keluarga yang unggul tentunya dimulai dari keberadaan pemimpin keluarga/orang tua yang unggul. Orang tua yang cerdas, tentunya tidak hanya cerdas intelektual, namun juga cerdas emosional dan spiritual.
3 Revolusi penting bagi orang tua untuk menjadikan keluarga berkwalitas :
1. Revolusi Mental
2. Revolusi Intelektual
3. Revolusi Komunikasi

  
1. Revolusi Mental
Ya, orang tua harus mencontohkan pertama kali pada keluarga semangat perubahan menjadi lebih baik. Harus ada keingin yang kuat secara sadar untuk membenahi segala ketertinggalan dan memperbaiki keadaan.
Beberapa hal penting bagi orang tua dalam melakukan revolusi mental :
-         Mulai dari diri sendiri, tidak bisa ditawar-tawar lagi bahwa kesungguhan orang tua untuk berubah merupakan jutaan nasehat non verbal kepada keluarga. Timbulkan keinginan yang kuat dan tekad yang membaja untuk memperbaiki keluarga jadi lebih baik
-         Reset Mindset, susun ulang cara berpikir tentang keadaan keluarga. Harus belajar untuk melihat kelebihan keluarga yang bisa dikembangkan dari pada hanya fokus pada kekurangan yang mereka miliki, ini jauh lebih menghargai dan memotivasi bagi mereka untuk segera berubah.
-         Optimis, untuk keluar dari kebiasaan buruk pada yang lebih diakui banyak tantangan dan cobaan. Tidak jarang ini bisa membuat suasana demotivasi yang merugikan. Maka pemimpin keluarga harus sangat optimis bahwa target perubahan akan bisa diraih, karena kesadaran bahwa fitrahnya manusia ingin menjadi orang yang baik, ini merupakan angin segar perubahan yang harus direspon dengan semangat keyakinan yang tinggi.
-         Melibatkan Tuhan. Manusia memiliki keterbatasan, sedangkan Tuhan kekuasaannya tidak terbatas, maka amat penting kedekatan orang tua pada Sang Pencipta untuk merubahan keadaan yang terburuk sekalipun. Keyakinan pada Tuhan adalah wujud kecerdasan spiritual sang pemimpin keluarga yang akan membuat dirinya semakin optimis bahwa sesulit apapun masalah akan terselesaikan dengan baik bersama pertolongan Tuhan.

2. Revolusi Intelektual
Maju mundurnya sebuah negara terukur dari sejauh mana masyarakatnya mencintai ilmu, dalam wujud kecintaan mereka dengan membaca atau forum-forum penambah pengetahuan lainnya. Demikian pula dengan keluarga, ia akan berkwalitas jika didalamnya dibudayakan semangat untuk menambah pengetahuan yang bermanfaat.
Khusus bagi orang tua harus mulai mencontohkan dan memulai semangat revolusi intelektual ini, khususnya tentang pembelajaran manajemen diri dengan melakukan beberapa hal berikut :

-         Tingkatkan motivasi belajar, kecerdasan manajemen diri anak dimulai dari kecerdasan orang tua sebagai guru pertamanya dalam kehidupan. Problem yang besar sekalipun akan terasa mudah diatasi jika telah memilki ilmunya, sebaliknya problem kecil akan terasa berat jika kita tidak faham cara menyelesaikannya. Instrumen yang bisa disiapkan adalah ; menyiapkan perpustakaan mini tentang manajamen diri/keluarga, buat forum kajian internal keluarga, dll
-         Maksimalkan potensi diri, semakin baik seseorang memberdayakan potensi dirinya akan semakin mudah melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Diantara potensi diri yang bisa kita maksimalkan adalah kemampuan komunikasi yang baik, leadership, problem solving, manajemen keuangan keluarga, dll. Dan lagi-lagi orang tua harus ikhlas untuk memulai dari dirinya sendiri. Perintah terbaik adalah dengan mencontohkan dan bukan hanya memberi instruksi.
-         Tetapkan Visi, termasuk pengetahuan yang terbaik untuk dimiliki adalah kemampuan untuk menatap masa depan dengan baik melalui target capaian yang akan diraih oleh keluarga, dan itu adalah visi, mimpi kedepan dari bangunan keluarga yang akan dikemas menuju kesuksesan dan kebahagiaan. Visi ini baik untuk disampaikan pada seluruh keluarga sebagai sebuah target bersama untuk diraih. Juga amat baik jika visi ini disampaikan kepada Tuhan dalam wujud do’a dan harapan.

3. Revolusi Komunikasi
Komunikasi adalah aktivitas yang paling sering kita lakukan dalam keseharian. Komunikasi bertujuan memudahkan seseorang untuk menerima informasi dari penyampai pesan yang akhirnya akan merespon pesan yang ditangkap.
Komunikasi yang baik akan membuahkan pengaruh yang baik, sementara komunikasi yang buruk akan merusak keadaan, mematikan kesempatan dan potensi diri.
Mutlak diperlukan perubahan total kita dalam berkomunikasi, karena bukan tidak mungkin bahwa kerusakan harmonisasi keluarga kita selama ini adalah akabiat ketidakmampuan melakukan komunikasi yang baik/efektif.
3 hal penting untuk melakukan revolusi komunikasi, yaitu :
-         Mendengar dengan hati, ada beberapa unsur penting didalam komunikasi; lisan, pendengaran, penglihatan, dan hati. Mendengar adalah satu hal penting yang harus dipelajari. Rubahlah kebiasaan mendengar dengan antipati, buruksangka, kesombongan, dan emosional. Beralihkan kepada ’mendengarkan dengan hati’ yaitu upaya mendengar dengan nilai kesabaran, baik sangka, berpikir jernih, dan solution oriented.
-         Berbicara dengan hati, berbicara adalah aktivitas ringan namun memiliki efek yang besar bahhkan terkadang berat, lenturnya lidah dapt menghancurkan rumah tangga yang utuh, maka perlu diubah pola bicara selama ini yang mungkin lebih melibatkan emosi, hawa nafsu atau kebencian dengan komunikasi yang melibatkan kejernihan hati, mempertimbangkan setiap kata yang akan diucapkan. Bicara yang membangkitkan kesempatan dan perubahan yang lebih baik
-         Membangun komunikasi cinta, dalam komunikasi perlu ada cinta, dalam cinta harus dibangun komunikasi yang baik. Bagaimanapun keadaan komunikasi yang akan dibangun jika dilandasi dengan cinta akan berbuah kebaikan; marah dengan cinta, nasehat dengan cinta, diam dengan cinta, setuju dengan cinta, tidak setuju dengan cinta, dan berbeda pendapat dengan cinta.


SEMOGA BERMANFAAT...


>